Pemkot Bogor siapkan koridor baru Angkutan Massal BisKita

Pemerintahan19 Dilihat

KOTA  BOGOR  –  LENSA  PEMBAHARUAN  //  Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyiapkan koridor baru angkutan massal BisKita sebagai pengganti angkutan kota (angkot) berusia di atas 20 tahun yang mulai dihentikan operasionalnya melalui kebijakan penataan transportasi umum.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kota Bogor, Senin, mengatakan pemerintah tengah membahas penambahan koridor 3 dan 4 sebagai bagian dari pengembangan layanan transportasi massal di Kota Bogor.

“Kita akan segera menambah koridor 3 dan 4. Ini dalam proses pembahasan. Kita juga menyiapkan satu angkutan moda peremajaan yang hijau,” kata Dedie.

Menurut dia, pengembangan koridor baru tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat seiring pelaksanaan Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2026 tentang rasionalisasi, peremajaan, dan penghapusan kendaraan bermotor umum dalam trayek.

Dedie menjelaskan, saat ini Pemkot Bogor telah menghitung kebutuhan jumlah penumpang pada empat koridor yang direncanakan. Dua koridor yang sudah berjalan berpotensi dikelola tanpa subsidi, sedangkan dua koridor baru masih dikaji untuk memperoleh dukungan subsidi pemerintah.

“Perkiraan kita tetap di Rp51 miliar untuk empat koridor, dengan dua koridor nanti yang nonsubsidi. Koridor 1 dan 2 bisa nonsubsidi, sedangkan 3 dan 4 masih dibahas,” ujarnya.

Ia menilai jumlah angkot di Kota Bogor saat ini sudah melebihi kebutuhan masyarakat sehingga banyak kendaraan yang menunggu penumpang dan berhenti terlalu lama di sejumlah titik.

“Kalau dulu masyarakat yang menunggu angkot karena jumlahnya kurang. Kalau sekarang angkot yang menunggu orang, makanya banyak yang ngetem. Ini indikasi bahwa angkot berlebihan,” katanya.

Pemkot Bogor mulai menghentikan operasional angkot berusia di atas 20 tahun setelah menerbitkan Perwali Nomor 11 Tahun 2026 sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Transportasi.

Dedie menegaskan penghapusan angkot tua dilakukan secara bertahap setelah pemerintah memberikan masa sosialisasi selama enam bulan kepada pemilik dan pengemudi angkutan umum.

Selain menyiapkan koridor baru, Pemkot Bogor juga merencanakan pengembangan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari program peremajaan angkutan umum di Kota Bogor                                                                                                  

@Tim / Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *