Pasien Mendiagnosa Pembuluh Darah Melalui DSA

Pemerintahan17 Dilihat

 dr. Harris Murdianto Sp. N sebagai  Dokter Spesialis Neurologi (Saraf)

 

KAB. BOGOR CIBINONG –  GERBANG  WARTA  INDONESIA  //  DSA (Digital Subtraction Angiography)  merupakan pemeriksaan invasif menggunakan teknologi  sinar x  dan zat kontras  dengan  penampilkan gambaran pembuluh  darah  ke  saraf  atau  otak secara detail.

Tujuannya adalah mendiagnostik kelainan pembuluh darah seperti  pembengkakan dinding, penyempitan atau  penyumbatan.

Selain itu juga mendeteksi  stroke untuk mengevaluasi resiko maupun penyebab stroke  serta memantau  aliran darah  ke otak.

Tidak  hanya  di usia  lanjut  namun  juga  tidak  dipungkiri kini  di usia-usia  muda  banyak  yang  terkena  atau  mengalami  penyakit  stroke ringan  ataupun  berat, bisa  jadi  disebabkan pola  hidup  yang  tidak  sehat  yang  dijalaninya, hal  tersebut  diungkapkan oleh dr. Haris Murdianto Sp.N  dokter  spesialis  Neurologi  atau  dokter saraf  bertempat  di  Mako RSUD  Pajajaran  Cibinong bersama Insan Media.

Dr. Haris Murdianto  menjelaskan  bahwa  penyakit saraf  dapat  berpengaruh  dengan penyakit-penyakit lainnya  dengan  pemeriksaan mendeteksi  DSA.  Penyakit-penyakit  lainnya  seperti  vertigo, tumor, jantung  dan lainnya  yang  di  derita  oleh   pasien,  jika  ada  penyumbatan  di organ  tubuhnya.

 

Di  Zaman  sekarang  sumbatan  pembuluh  darah  dapat  diatasi  dengan  tidak  kecatcatan tanpa  harus  ditangani obat  pengencer. Dokter  tetap  menganjurkan  pada pasien  agar   pembuluh  darah  tetap  lancar  tanpa  sumbatan. Karna  darah  sifatnya  tidak  stabil  (Mendadak)

Salah  satu kegunaan  Pembuluh darah  bagi  pasien  adalah  membawa darah  dari  ujung  kepala  dan  ke ujung  kaki  serta  dipompa oleh  jantung, darah itu membawa oksigen  atau nutrisi  ke organ  tubuh.

Selain  itu  perbedaan  MRI  (Magnetic Resonance  Imaging) dan DSA  (Digital  Subtraction Angiography)  merupakan  cara  kerja  dengan  fokus  pemeriksaan  serta  tingkat  invasifnya.

Tujuan  MRI  menggunakan gelombang  radio  dan medan magnet  untuk  menghasilkan gambar  jaringan  lunak seperti  otak  saraf, sumsum  tulang  belakang, otot, ligamen.

Sedangkan DSA menggunakan sirna X  yang dimasukkan  lewat  kateter  untuk melihat kondisi  pembuluh  darah  secara mendatail.

Salah  satunya  penyakit  jantung  dapat  diakibatkan  hambatan  pembuluh  darah  yang  kurang  mengalir  dengan   mengalami   sesak  di bagian  pernapasannya,  tidak  hanya  itu  juga  penyakit  yang  lain  dapat  dialami.  Karna  pembuluh  darah  yang  tersumbat  atau  tidak  lancar  pada  tubuh  dapat  mengakibatkan  fatal  bagi  pasien.

Pastikan  pasien  harus  tetap  kontrol  ke dokter  untuk   mendeteksi  penyakit-penyakit  lainnya  yang  berhubungan  dengan  pembuluh  darah  dan  serta  menjaga pola  hidup  sehat.

RSUD  Pajajaran  Bogor  menganjurkan  jika  pasien  mengalami  gangguan penyakit  lain  yang  berkaitan  dengan pembuluh  darah  cepat  atasi  ke rumah  sakit  untuk ditangani  secepatnya  agar  kondisi  pasien  tetap  sehat  dengan  ditangani oleh  dr. Haris  Murdianto Sp. N

@  Publikasi / Herta

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *