dr. Harris Murdianto Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf)
KAB. BOGOR CIBINONG – GERBANG WARTA INDONESIA // DSA (Digital Subtraction Angiography) merupakan pemeriksaan invasif menggunakan teknologi sinar x dan zat kontras dengan penampilkan gambaran pembuluh darah ke saraf atau otak secara detail.
Tujuannya adalah mendiagnostik kelainan pembuluh darah seperti pembengkakan dinding, penyempitan atau penyumbatan.
Selain itu juga mendeteksi stroke untuk mengevaluasi resiko maupun penyebab stroke serta memantau aliran darah ke otak.
Tidak hanya di usia lanjut namun juga tidak dipungkiri kini di usia-usia muda banyak yang terkena atau mengalami penyakit stroke ringan ataupun berat, bisa jadi disebabkan pola hidup yang tidak sehat yang dijalaninya, hal tersebut diungkapkan oleh dr. Haris Murdianto Sp.N dokter spesialis Neurologi atau dokter saraf bertempat di Mako RSUD Pajajaran Cibinong bersama Insan Media.
Dr. Haris Murdianto menjelaskan bahwa penyakit saraf dapat berpengaruh dengan penyakit-penyakit lainnya dengan pemeriksaan mendeteksi DSA. Penyakit-penyakit lainnya seperti vertigo, tumor, jantung dan lainnya yang di derita oleh pasien, jika ada penyumbatan di organ tubuhnya.
Di Zaman sekarang sumbatan pembuluh darah dapat diatasi dengan tidak kecatcatan tanpa harus ditangani obat pengencer. Dokter tetap menganjurkan pada pasien agar pembuluh darah tetap lancar tanpa sumbatan. Karna darah sifatnya tidak stabil (Mendadak)
Salah satu kegunaan Pembuluh darah bagi pasien adalah membawa darah dari ujung kepala dan ke ujung kaki serta dipompa oleh jantung, darah itu membawa oksigen atau nutrisi ke organ tubuh.
Selain itu perbedaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan DSA (Digital Subtraction Angiography) merupakan cara kerja dengan fokus pemeriksaan serta tingkat invasifnya.
Tujuan MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambar jaringan lunak seperti otak saraf, sumsum tulang belakang, otot, ligamen.
Sedangkan DSA menggunakan sirna X yang dimasukkan lewat kateter untuk melihat kondisi pembuluh darah secara mendatail.
Salah satunya penyakit jantung dapat diakibatkan hambatan pembuluh darah yang kurang mengalir dengan mengalami sesak di bagian pernapasannya, tidak hanya itu juga penyakit yang lain dapat dialami. Karna pembuluh darah yang tersumbat atau tidak lancar pada tubuh dapat mengakibatkan fatal bagi pasien.
Pastikan pasien harus tetap kontrol ke dokter untuk mendeteksi penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan pembuluh darah dan serta menjaga pola hidup sehat.
RSUD Pajajaran Bogor menganjurkan jika pasien mengalami gangguan penyakit lain yang berkaitan dengan pembuluh darah cepat atasi ke rumah sakit untuk ditangani secepatnya agar kondisi pasien tetap sehat dengan ditangani oleh dr. Haris Murdianto Sp. N
@ Publikasi / Herta

