Optimalkan PAD “Bapenda Kota Bogor Membuka PBB-P2 Dan PKB 2026 Plaza Balaikota

Pemerintahan17 Dilihat

KOTA  BOGOR  –  GERBANG  WARTA  INDONESIA  //  Bapenda  (Badan Pendapatan  Daerah)  Kota  Bogor  membuka  kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026  bertempat  di Plaza Balaikota Bogor, Rabu  4 Maret 2026.

Pekan Panutan  Pembayaran  PBB-P2  dan  PKB  dibuka  oleh  Walikota  Bogor  dan  Ketua  DPRD  Kota  Bogor  serta  Kepala  Bapenda  Kota  Bogor. Thema  tahun  2026  ini  “Bersama Taat, Bersama Hebat, Bersama Patuh, dan Bersama Tumbuh.”

Terlaksananya Pekan  Panutan Pembayaran  ini menjadi  upaya pemerintah daerah  kota  Bogor  untuk  melakukan “jemput bola” dengan  guna  mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Dalam sambutannya, Walikota  Bogor  menegaskan bahwa  partisipasi masyarakat dalam membayar pajak merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bogor, seperti  pembangunan infrastruktur jalan dan  infrastruktur  lainnya.

Lanjut  Dedie,  dana  pembayaran yang sudah  terkumpul  nantinya dari  PBB-P2  dan  PKB akan dialokasikan kembali untuk  kepentingan  masyarakat.

​”Tujuan utama  tersebut  untuk  optimalisasi pajak  dengan  meningkatkan PAD Kota Bogor guna menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Nantinya  pencapaian target APBD 2026 memerlukan sinergi yang kuat “ Imbuh  Dedie.

Selaku Walikota  Bogor Dedie  Rachim senada  dengan  Kepala Bapenda  Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Pekan Panutan 2026  “Diskon Pajak yang tersedia mulai dari 5% hingga 20% “tuturnya.

Dan  berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Abdul Wahid mengungkapkan bahwa potensi pajak dari ASN yang terdata cukup signifikan. Berdasarkan data Bappenda, terdapat 3.776 wajib pajak dari ASN dengan total potensi nilai pajak mencapai Rp 8,3 miliar.

​”Melalui acara ini, diharapkan ASN dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat umum dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu,” jelas Abdul Wahid.

​Untuk menarik minat para wajib pajak, Pemerintah Kota Bogor memberikan dorongan berupa program relaksasi pajak.

Abdul Wahid menyebutkan bahwa masyarakat dan ASN bisa menikmati potongan harga yang cukup besar tergantung pada ketetapan pajaknya. (Herta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *