Keluhan Laporan Warga Tidak Ditindaklanjuti Adanya Kerusakan Irigasi dan Pipa PDAM Diduga Rugikan Petani di Singkawang

Pemerintahan28 Dilihat

SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT  –  GERBANG  WARTA  INDONESIA  //  Keluhan masyarakat terkait kerusakan saluran irigasi dan keberadaan jaringan pipa milik PDAM Tirta Khatulistiwa yang diduga menghambat pemanfaatan lahan pertanian hingga kini belum memperoleh tindak lanjut dari pihak terkait. Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan secara resmi.

Berdasarkan laporan warga dan hasil pantauan lapangan per 30 Juli 2026, masyarakat menilai belum ada respons maupun langkah konkret dari PDAM Tirta Khatulistiwa maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Menurut warga, terdapat dua persoalan utama yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan.

Pertama, kondisi saluran irigasi yang dinilai memiliki dimensi tidak memadai sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras maupun aliran air buangan. Akibatnya, air kerap meluap hingga menggenangi lahan pertanian milik warga. Kondisi tersebut disebut telah menyebabkan erosi, kerusakan tebing, bahkan mengakibatkan sebagian lahan tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Warga mengaku kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap hasil panen dan pendapatan mereka yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Persoalan kedua adalah keberadaan empat pipa utama milik PDAM Tirta Khatulistiwa yang membentang di atas lahan warga. Masyarakat menilai keberadaan pipa tersebut menghambat akses serta mengurangi fungsi lahan pertanian. Warga juga mempertanyakan proses pemasangan pipa tersebut dan berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai aspek perizinan maupun koordinasi dengan pemilik lahan.

Salah seorang perwakilan warga menyampaikan bahwa berbagai upaya penyampaian keberatan telah dilakukan, namun hingga kini belum menghasilkan penyelesaian.

“Kami sudah menyampaikan keberatan secara resmi, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak PDAM maupun PUPR. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang kami alami,” ujarnya.

Atas persoalan tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan verifikasi lapangan, memperbaiki saluran irigasi sesuai standar teknis agar tidak lagi menyebabkan luapan air, melakukan penataan atau relokasi jaringan pipa yang dinilai menghambat pemanfaatan lahan, serta memberikan penjelasan mengenai penyelesaian kerugian yang diklaim telah dialami masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PDAM Tirta Khatulistiwa maupun Dinas PUPR Kota Singkawang terkait laporan dan tuntutan warga tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Perkembangan penanganan kasus ini akan terus dipantau dan diinformasikan kepada publik setelah adanya tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait.

@ Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *