DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BOGOR

Pemerintahan46 Dilihat

        

PERTANIAN KABUPATEN BOGOR TERUS BERGERAK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI

ENTIS SUTISNA, S.Pd, MM

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan
Kabupaten Bogor

Pembangunan sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang besar di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor terus berupaya memperkuat pembangunan pertanian melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, pengembangan komoditas unggulan, modernisasi pertanian, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, berbagai program dan kegiatan terus dilaksanakan untuk memastikan sektor pertanian mampu berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Dukungan terhadap petani diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian, pengembangan benih unggul, perlindungan dan pelayanan usaha pertanian, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta penguatan kelembagaan pertanian. Berbagai upaya tersebut dilakukan secara terpadu guna mendukung peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Komitmen tersebut tercermin dari berbagai kegiatan strategis yang dilaksanakan pada bulan Juni 2026. Pelaksanaan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Serentak bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, partisipasi Kabupaten Bogor dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo serta Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan pertanian Kabupaten Bogor terus bergerak secara aktif dan berkelanjutan.

Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya peningkatan produksi pangan melalui berbagai program strategis antara lain Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Serentak di 11 Kabupaten/Kota Penerima Bantuan Benih Padi APBN yang dilaksanakan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemanfaatan bantuan benih padi yang telah disalurkan kepada petani sekaligus mendukung peningkatan luas tambah tanam padi di Provinsi Jawa Barat. Hal ini ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1. Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Serentak

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 11 kabupaten penerima bantuan benih padi dengan pusat kegiatan berada di Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan produksi pangan nasional. Di Kabupaten Bogor, kegiatan dipusatkan di lahan Kelompok Tani Mulya Tani yang berlokasi di Kampung Ciherang Landeuh, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Kelompok tani yang diketuai oleh Yusup tersebut mengelola lahan seluas 10 ha dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat pemanfaatan bantuan benih yang telah diterima petani sehingga dapat segera ditanam dan menghasilkan tambahan produksi padi.

Dalam sambutan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, S.Pd., MM., menyampaikan bahwa kegiatan percepatan semai, olah lahan, dan tanam serentak merupakan langkah nyata untuk mempercepat pemanfaatan bantuan benih yang telah disalurkan kepada petani serta meningkatkan luas tambah tanam padi di Kabupaten Bogor. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim dan menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Di tahun yang sama, Kabupaten Bogor menerima bantuan benih untuk luasan mencapai 5.349 ha yang didukung dengan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat maupun roda dua, serta rotavator yang disalurkan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian. Oleh karena itu, percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi padi daerah. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan mempercepat proses budidaya tanaman pangan sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2. Fasilitasi bantuan alat dan mesin pertanian

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memperkuat dukungan terhadap petani melalui berbagai bantuan alat dan mesin pertanian. Berbagai sarana yang telah direalisasikan antara lain hand tractor (traktor tangan) untuk pengolahan lahan, power thresher (mesin perontok padi), paddy mower (mesin pemotong padi), kultivator untuk menggemburkan tanah, kendaraan roda tiga untuk mendukung pengangkutan hasil pertanian, pompa air, mesin sealer (pengemas produk), moisture tester (alat pengukur kadar air hasil panen), seed cleaner (mesin pembersih benih), timbangan digital, serta terpal yang disalurkan kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain bantuan sarana dan prasarana, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Distanhorbun juga memfasilitasi bantuan benih padi sumber, penangkaran benih, pupuk, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya untuk memperkuat kemandirian benih dan meningkatkan produktivitas tanaman padi. Dukungan pengembangan hortikultura juga terus dilakukan melalui bantuan benih cabai rawit, mentimun, dan tomat guna mendukung peningkatan produksi sayuran sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah. Hal ini ditunjukkan pada gambar 3.

Gambar 3. Fasilitasi bantuan benih dan bibit

Dalam upaya menjaga produktivitas pertanian, berbagai bantuan sarana pengendalian organisme pengganggu tumbuhan juga terus diberikan kepada petani. Dukungan tersebut meliputi fungisida, insektisida, rodentisida, herbisida, serta pestisida biologi yang disalurkan melalui pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberhasilan produksi pertanian dan mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit tanaman.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan, Distanhorbun juga terus mendorong penggunaan teknologi dan sarana pertanian yang ramah lingkungan. Melalui alokasi bantuan pupuk organik yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan padi organik dan penerapan sistem budidaya pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Bogor tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Fasilitasi bantuan pupuk organik terdapat pada gambar 4.

 

Gambar 4. Fasilitasi bantuan pupuk organik

Komitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian Kabupaten Bogor juga ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang diselenggarakan pada tanggal 20-25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. PENAS merupakan forum nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan teknologi dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan nasional. Kegiatan PENAS XVII secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia serta ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Partisipasi aktif Distanhorbun Kabupaten Bogor pada kegiatan PENAS XVII disajikan pada gambar 5.

Gambar 5. Partisipasi Aktif Distanhorbun dalam PENAS Petani Nelayan ke XVII

Keikutsertaan Kabupaten Bogor dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor bersama jajaran sebagai upaya memperluas jejaring kerja sama serta mempelajari berbagai inovasi, teknologi, dan praktik terbaik dalam pembangunan pertanian yang diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui stand pameran yang disiapkan, Kabupaten Bogor menampilkan berbagai komoditas unggulan daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat, diantaranya bibit tanaman pala beserta olahannya, kopi Bogor, dan bibit Alpukat Garudayaksa. Keikutsertaan ini menjadi sarana promosi yang penting untuk memperkenalkan potensi pertanian Kabupaten Bogor kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bagi produk-produk unggulan daerah. Alpukat Garudayaksa sendiri merupakan salah satu varietas unggul yang dikembangkan di Kabupaten Bogor dan dikenal memiliki karakteristik buah berukuran relatif besar, daging buah tebal, tekstur pulen, serta cita rasa gurih yang khas. Kehadiran varietas unggul tersebut mencerminkan besarnya potensi pengembangan komoditas hortikultura Kabupaten Bogor yang memiliki daya saing di tingkat nasional. Hal ini ditunjukkan pada gambar 6.

Gambar 6. Stand Distanhorbun Kabupaten Bogor pada Kegiatan PENAS XVII 2026

Selain PENAS, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor turut ambil bagian dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 melalui kegiatan KaBogorFest 2026 yang diselenggarakan di kawasan Stadion Pakansari. Kegiatan ini menjadi sarana bagi perangkat daerah untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai program pembangunan yang sedang dilaksanakan. Kehadiran Distanhorbun dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan yang positif dari masyarakat yang memadati area pameran selama penyelenggaraan kegiatan, hal ini ditunjukkan pada gambar 7.

 

Gambar 7. Partisipasi Aktif Distanhorbun dalam KaBogorFest 2026

Melalui booth yang disiapkan, Distanhorbun menghadirkan berbagai produk hasil pertanian dan perkebunan unggulan Kabupaten Bogor. Berbagai jenis buah-buahan, sayuran segar, produk olahan hasil pertanian, bibit tanaman, serta koleksi tanaman hias dan sukulen ditampilkan kepada masyarakat sebagai bentuk promosi sekaligus edukasi mengenai potensi pertanian daerah. Pengunjung juga memperoleh bibit tanaman secara gratis sebagai bentuk ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Antusiasme masyarakat semakin terlihat dengan hadirnya layanan kopi gratis yang disediakan bagi para pengunjung. Selain menjadi daya tarik tersendiri, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan salah satu komoditas perkebunan unggulan Kabupaten Bogor yang terus berkembang dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Partisipasi Distanhorbun dalam KaBogorFest menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan pangan, keberlanjutan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan pembangunan sektor pertanian yang terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai perubahan zaman.

Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 ditutup dengan kegiatan Helaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2026. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai atraksi budaya dan partisipasi perangkat daerah yang menggambarkan kekayaan budaya serta potensi unggulan Kabupaten Bogor. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor turut ambil bagian dengan menampilkan helaran bertema pertanian yang merepresentasikan peran strategis sektor pertanian dalam mendukung pembangunan daerah dan ketahanan pangan. Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan keberhasilan pemecahan Rekor MURI permainan karinding yang melibatkan ribuan peserta sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas Kabupaten Bogor. Momentum tersebut semakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian budaya serta pengembangan potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Bogor. Hal Ini ditunjukkan pada gambar 8.

Gambar 8. Kegiatan Helaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Kabupaten Bogor terus berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan melalui berbagai program yang berpihak kepada petani, pengembangan teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, serta promosi komoditas unggulan daerah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *