DPRD Bogor gelar Istimewa paripurna HJB 2026 Di Kampung Citalahab Desa Malasari Kec. Nanggung Bekas Pusat Pemerintahan Darurat

Pemerintahan12 Dilihat

KAB. BOGOR – NANGGUNG  –  LENSA  PEMBAHARUAN  //  DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar rapat paripurna istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Rabu, untuk mengenang kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa perjuangan kemerdekaan.

Rapat paripurna yang biasanya berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Bogor itu untuk pertama kalinya digelar di kawasan pelosok kaki Gunung Halimun Salak sebagai bagian dari napak tilas sejarah pemerintahan daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan pemilihan Desa Malasari sebagai lokasi paripurna memiliki makna historis karena wilayah tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bogor saat Agresi Militer Belanda II.

“Melalui momentum Hari Jadi Bogor ke-544 ini kita ingin mengingat kembali perjuangan para pendahulu yang tetap menjalankan roda pemerintahan di tengah situasi perang,” kata Sastra dalam rapat paripurna tersebut.

Ia menjelaskan peringatan HJB tahun ini sengaja dibawa ke Malasari untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat membangun daerah secara merata hingga ke wilayah pelosok.

Menurut dia, nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri Kabupaten Bogor harus menjadi inspirasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini.

Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam kesempatan yang sama mengatakan Malasari merupakan titik penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Bogor karena pernah menjadi tempat berkantornya Bupati Bogor Raden Ipik Gandamana saat pemerintahan darurat berlangsung.

Ia menilai pelaksanaan upacara dan rapat paripurna di Malasari menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan.

“Jangan titik awal Bogor berdiri menjadi titik paling belakang perkembangan Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor yang menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan, kesehatan dan akses dasar lainnya sehingga membutuhkan perhatian bersama.

Rudy menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendorong pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat di 40 kecamatan.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Irwan Purnawan mengatakan konsep rapat paripurna tahun ini dibuat sederhana dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Fasilitas sidang disiapkan menggunakan meja dan bangku sekolah dengan tetap menjaga kekhidmatan jalannya rapat paripurna.

“Paripurna yang lain daripada biasanya, karena memang ini monumental. Bupati ingin semua dipusatkan di sana untuk mengenang Kantor Bupati lama yang ada di Malasari,” kata Irwan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan Desa Malasari sebagai pusat kegiatan HJB ke-544. Selain rapat paripurna, kawasan tersebut juga menjadi lokasi upacara peringatan hari jadi daerah yang dipusatkan di Kampung Citalahab dengan konsep sederhana dan berbaur dengan masyarakat.

Pemilihan Malasari juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat melalui pemanfaatan homestay, rumah penduduk dan pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan HJB.

@ PUBLIKASI  / HERTA

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *